"Pemerintah Indonesia tidak pernah membahas hal ini dengan pihak mana pun, apalagi menyepakatinya," ujar Rolliansyah dalam pernyataan resminya.
Saat ini, lanjutnya, fokus utama Indonesia adalah mendesak gencatan senjata tahap kedua serta mempercepat distribusi bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Sebelumnya, media asing jns.org memberitakan bahwa sekitar 100 warga Palestina akan dikirim ke Indonesia untuk bekerja di sektor konstruksi sebagai bagian dari program migrasi sukarela. Jika berhasil, program ini diklaim akan diperluas hingga melibatkan ribuan warga Gaza lainnya.
Namun, Kemenlu RI dengan tegas membantah laporan tersebut dan menegaskan bahwa Indonesia tetap berkomitmen mendukung solusi damai serta bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina.